Selasa, 20 Mei 2014

Radio Oh Radio

Asslamualaikum, kepada Sobat yang lagi baca apa kabarnya? Mudah-mudahan baik selalu ya. Aamiin. Apa yah yang terjadi dihari ini? Haha... gak ada terjadi apa-apa kok. Rutinitas aku masih berjalan lancar seperti biasanya, cuma lagi kurang mood juga hari ini. Lagi malas ngapa-ngapain.

Oh iya tadi selesai kuliah sekitar jam 11 langsung pergi makan sama Muthi dan Muthi sempat ingatin kalau Radio UIN SUSKA lagi open recuitment. Pas denger info itu aku spontan ingat aja sambil bilang, “Oh iya yaa... sekarang kan udah bulan Mei.” Yap, dulu waktu semester satu sempat dapat info dari kakak senior dan ternyata perekrutan adanya di semester dua. Ya tapi mengingat-ingat aku sekarang udah di Gagasan, minat aku ke radio tiba-tiba kendor. Padahal menjadi penyiar adalah salah satu keinginan aku. Pengen masuk UIN SUSKA Ilmu Komunikasi juga karena radio salah satunya. Laaaah, sekarang tiba-tiba malas, gak ada keinginan lagi :( Muthi bilang kalau Mumun temannya udah daftar dan pake tes take vocal gitu.

Muthi    : Yok, balek kampus lah kita lagi, daftar ke radio sekalian tanya dulu sama Mumun!
Aku        : Gak usah, pulang aja laaah, capek.

Setelah bicara-bicara kami sepakat ke kampus ketemu Mumun. Eh nyatanya sampai di kampus aku langsung bilang gini ke Muthi. Kira-kira percakapannya begini.

Aku        : Mut, aku pulang lah lagi. Capek aku, kan aku udah di Gagasan, gak apa ikut radio?
Muthi    : Ko ni ah, tadi iyaa. Udah sampai di kampus juga pun. Ketemu Mumun dulu lah gak?
Aku        : Yaudah lah, tanya dulu ke Mumun kayak mana tesnya.
Muthi    : Ikut ajalah, nanti ko nyesal pula.

Akhirnya aku ketemu Mumun, dan nanya-nanya apa syarat dan kayak mana tesnya. Dengar-dengar tesnya sepertinya gampang-gampang sulit. Tapi ntah kenapa aku gak minat lagi. Untuk ngumpul Gagasan aja kadang malas trus ada aja hambatan kalau mau pergi ngumpul. Lah ditambah lagi ikut radio turun naik tangga dari lantai satu ke lantai tiga. Maaaak eeee, bisa naik betis plus betis aku jadi betis atletis nantti jadinya :D Ditambah lagi berat badan aku pastinya bakal langsung turun drastis nih. Cukup lah untuk sebulan yang lalu berat badan aku langsung turun 2 kg karena sakit. Masalahnya berat badan itu sekali turun susah untuk naiknya. Sadiaah lai, nasib buat orang yang kurus gini :(

OK, Mau sedikit kasih tau nih, kenapa dulu aku pengen banget jadi penyiar radio? Yap, aku merasa menjadi penyiar itu lebih plong aja, sepertinyaaa yaaaa :D soalnya radio itu kan bekerja dibelakang layar, gak lihat kamera ataupun di shooting. Nah, itu yang bikin aku pengen banget masuk radio, apalagi aku tipe orang yang rada pemalu :D. Nah, di radio ini aku dulu berpikir kita gak spontanitas mikirin hal fisik untuk bisa eksis dan terkenal, kita bisa berkreasi dan bereksplorasi ala kita sendiri dengan gaya atau pun ciri khas kita sendiri dalam berbicara kepada pendengar.

Apalagi radio itu sepertinya masih banyak digemari oleh masyarakat hingga sekarang. Buktinya masih banyak radio-radio yang mempunyai banyak pendengar setianya. Istilahnya untuk saat ini radio masih tetap menjadi salah satu media komunikasi yang masih berjalan. Aku juga kurang tau sih apa saja syarat untuk jadi penyiar yang baik. Tapi pastinya yang aku ketahui Sob, untuk menjadi penyiar itu kita harus,

Pertama, punya nilai jual terhadap suara kita. Istilahnya dengan suara orang mendengar, kalau suara yang diperdengarkan kepada pendengar itu baik, maka pengengarpun akan enak dan mudah dalam menangkap informasi. Istilahnya pada saat suara kita diperdengarkan, maka keluarkanlah suara terbaik yang kita miliki.

Kedua, kebahasaannya bagus. Yap seorang penyiar bahasa Indonesianya harus baik, lancar dan benar. Jangan sampai terbawa-bawa logat daerah atau bahasa-bahasa daerah. Karena tidak semua pendengar mengerti akan bahasa daerah.

Ketiga, menjadi penyiar harus memiliki wawasan yang luas, kosa-kata kebahasaannya juga harus banyak agar kata-kata yang keluarpun menjadi baik, dan mudah dimengerti pendengar.

Keempat, mempunyai ciri khas. Nah, yang pengen eksis, nompang terkenal dan memiliki banyak penggemar tidaklah mudah. Butuh perjuangan. Nah, biar pendengar nyaman dan sebagainya, ciptakan ciri khas kita yang beda dari penyiar lainnya. OK

Kelima, (Sobat pembaca boleh nambahin kok, aku cuma taunya segitu, hehhe).

Nah, itu dia syarat yang sekilas aku tau untuk menjadi penyiar radio, adakah Sobat yang tertarik?? Aku sih gak yakin juga terhadap suara yang aku punya tapi suara itu adalah modal utama loh. Ya kan? tapi karena alasan ingin mencoba peruntungan, dulunyaaaa..... makanya aku pengen ikut radio dengan apa adanya, lulus alhamdulillah, gak lulus belum rezeki :D

Oh iya, tak jarang kita melihat banyak fenomena kalau ada beberapa penyiar radio yang suaranya bagus, wibawa dan keren abis tapi nyatanya pas kita liat tampang aslinya ternyata bertolak belakang dengan suaranya yang kita dengar di Radio. Yaa gak? :D Tapi jangan gitu juga ya Sob, kita jangan pilih-pilih liat tampang laah, masa yang cantik dan ganteng aja yang bisa dapat kesempatan eksis dan terkenal. Orang yang tampangnya standar pastinya juga pengen dapat tempat dong. Lagian yang wajah ganteng dan cantik itu gak menjamin kekreativitasannya, bisa saja yang tampang orangnya standar tapi kreativitasnya luar biasa hebat. Betul gak?

Eh, boleh kan menyimpang dari topik? hehe. Aku pengen cerita juga kalau misalnya aku juga dekat dengan seorang cowok sekarang. (Ciiiiiiieee -_-) Aku juga gak nolak kalau dia emang pengen menjadi orang terdekat aku apa pun hubungan yang sedang kami jalankan sekarang. Tapi aku berharap semoga hubungan aku dengannya kedepan makin baik. Kalau kitanya sekarang enjoy jadi sahabat ya aku gak masalah : )

Tadi pulang kampus sempat hujan dan gak bisa langsung pulang. Sempat nunggu hujan reda bareng temen-temen, setelah itu aku dan dia sempat memisahkan diri berdua ke tempat lain, tapi rasanya garing gitu. Selama kami nunggu hujan duduk-duduk diteras fakultas bareng dia, aku cuma sibuk  balas sms Muthi dan main hape sedangkan dia aku gak tau ngapain, aku gak merhatiin soalnya. Yap, gak ada cerita-cerita berarti yang kami keluarkan selama kami sama-sama nunggu hujan reda. Yang ada dia di akhir-akhir hanya nanyaib apakah aku benar-benar sayang ke dia. Katanya dia ingin aku berkata secara lisan. Aku pun hanya bisa tertawa sok ngeles gitu laaah.

Ya... taulah aku orangnya pemalu.  Sebelumnya dia bilang kalau dia itu sayang dan diapun juga nanya melalui pesan apakah aku sayang dia juga, dan aku bilang yaa aku sayang dia. Tapi mungkin dianya gak percaya kali yaa dengan pernyataan aku diambah lagi ya aku menyadari sikap aku ke dia di kampus itu gak mendukung pernyataan aku. Tapi percayalah kalau aku itu beneran sayang, gak tau kenapa. Jujur dulu jauh ketika kami awal dekat, dia mengatakan sesuatu yang gak aku harapkan, aku pengen ngejauh dari dia, gak mau dekat lagi ke dia. Pokoknya aku merasa gak ngeeeh lagi ke dia. Dan akupun ngejauh dari dia beberapa waktu dan gak berkomunikasi ke dia. Mungkin karena aku sedikit kebawa perasaan jadinya aku jaga jarak ke dia. Tapi ntah kenapa kami bisa dekat lagi, sepertinya karena aku ngeladeni dia lagi pas sms  dan ngomong. Beeuuh, mungkin karena aku yang masih punya rasa simpati kali ya ke dia.

Aku berharap sama dia kalau dia dan aku hanya ingin bersahabat, ya tunjukilah rasa persahabatan yang sewajarnya itu. Karena hubungan kami saat ini ya bisa dikatakan sahabat mungkin, tapi selama ini dan sejauh ini aku kenal dan dekat dia, aku  menerima rasa dan perhatian yang lebih dari sekedar sahabat, kita itu udah seperti ya you know lah Sob. Jangan setelah nyatain cinta, nyatain sayang dan buat aku terlalu menyayangi nantinya tiba-tiba dia malah pergi. Cewek juga butuh penjelasan dan kepastian : ) Lagian aku juga salah mungkin yaa karena masih rada cuek. Tapi whatever laah, aku bingung.

Aku juga mau bilang, kalau dia selama ini berhasil buat aku sayang ke dia. Walaupun aku yang begini, dia masih mau berteman dan dekat dengan aku. Trus, kalau kita lagi beriringan ntah lagi jalan atau ngapain, tolong jangan berdiri atau berjalan di belakang aku, kayak bodyguard aja :D, trus jangan berjalan juga memperlihatkan punggung ninggalin aku. Kita bisa kok saling bersebelahan atau sama-sama, hehe (Kok aku gini yaaa.... Aihhhhh :P). Kalau mau sama-sama tu bilang, biar bisa aku tungguin atau gak aku tinggalin. Terus jangan liat aku dengan pandangan seperti itu, buat aku malu tau gak. Ngeliat tu biasa aja. No Muhrim tau... :P

OK deh, sekian saja cerita di hari ini, moga hari esok lebih baik dan lebih semangat!! Wassalam, met istirahat semuaaa....


Minggu, 18 Mei 2014

Campur Aduk Suasana di Hari Sabtu

Assalamualaikum, Beeeuuuuuh kemaren pas hari Sabtu capek banget Sob. Dari pagi sekitar jam 9 pagi aku udah tancap gas langsung pergi ke kampus dengan tujuan mau ke perpustakaan. Anak rajin kan aku?? haha. Gini Sob, kelompok aku ada buat tugas makalah Public Relations jadi harus dicari tuh buku referensi buat makalah. Nah, aku rencana mau tetap stay di perpustakaan untuk kerja kelompok, buat ngetik tugas dan nunggu Muthi soalnya kami mau ke sekre Gagasan sekitar jam 11.

Nah, kalau tugas kelompok kan harus buat berkelompok kan Sob? ini yang terjadi sama aku kagak, disini seolah-olah aku yang buat sendiri nih makalah, kami aja udah terdiri dari tujuh orang. Beberapa temen yang aku tau nope nya aku sms suruh datang ke perpustakaan buat ngerjain nih tugas. Iya sih ada datang satu orang, tapi dia cuma datang sambil bilang gini, "Maaf ya Lai, aku gak bisa bantuin kamu buat tugas, aku mau pulang kampung." Aiiihhh buju buneng gilee bener ngenak ngomong gitu, laaaah ini tugas kelompok loh bukan individu, masa dia bilang gitu ke aku, tega an kali, gak nampak apah dia kalau aku ngerjain sendiri. Trus datang sms yang lain datang "Lai,maaf ya aku gak bisa bantuin,aku lagi ditempat kakak di Sukajadi." Maaakkk eeee, sumpah laaah.

Nah, yang lain gimana?? yang lain antah berantah gak ngurus tugas kelompok ini, nanya pun kagak, begitulah kalau tugas kelompok, yang ngerjain satu atau dua orang selebihnya cuma nompang nama. Aku tau kalian sibuk kawan, laaah aku juga sibuk, kita semua punya kesibukan, tapi tolong lah kita sama-sama sadar kewajiban kita. Jangan ngelimpahin tugas sama satu orang. Apa kelen gak berpikir apaa?? kelen seneng-seneng tidur, pergi main, ngumpul dengan keluarga. Laaah aku,mendam di perpustakaan di depan laptop,  di dalam kamar begadang ngetik ampe tengah malam. 

Ya,,, aku tau mungkin kata kelen mudah buat makalah tinggal salin copas dan sebagainya. Tapi gak gitu cara kita untuk memahami ilmu, perlu di analisis dulu kata-katanya biar kita ngerti, perlu dibaca dulu bukunya dan diringkas segala macam kalimatnya. Kalau kita menghargai ilmu pasti ilmu akan tercurah dengan sendirinya. Bukannya aku lebai juga kawan, aku cuma ngeluarin uneg-uneg di hati. Mata aku sakit karena lama-lama di depan laptop. Coba kalau kita bahu-membahu bagi tugas, tinggal edit selesai deh. Ini aku semua yang kerjain. Capekk woiii... kelen dimana?? Selamat istirahat dan berlibur ajalah buat kalian. Thanks So Much.

Setelah beberapa saat aku bermukim ngetik di depan laptop datang sms dari Muthi dan aku langsung caww turun ke bawah mau  ke sekre Gagasan mau daftar HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Rencana mau bentar aja di sekre Gagasan, eh bg Rico untuk daftar ntu belum datang yang ada cuma Kak Wilna. Rencana aku ma Muthi mau ngelanjutin buat tugas dan sedikit cerita-cerita kami pun teringat kalau Kak Wilna pandai Photoshop gitu. Yaudah deh, akhirnya kami ngeganggu kak Wilna alias minta ajarin photoshop dengan sampel photo bg Hafizh Pimum Gagasan :D Muthi yang ngebuat dan kak Wilna yang arahin ini itunya.

Setelah belajar dan berhasil mengedit foto bg Hafizh si Muthi rada malu malu kucing gitu... ahahha...kak Wilna kerjaannya Ciiiiie cieeee mulu aja :D Setelah belajar fotoshop kami nonton bareng video dokumenter tentang wartawan-wartaman jurnalistik yang mati dalam masa kerjanya, yang mengalami kekerasan fisik, dan sebagainya. Sumpah miris kali, gak tega wartawan digituin, padahal dia adalah salah satu orang yang membuat kita tahu berbagai informasi. Pokoknya selama 2 jam lebih berada di sekre gagasan kami dapat ilmu dan pengetahuan baru, ehhehe makasih ya kak Wilna :*

Jam pun sudah pukul satu siang aku dan muthi langsung pamit pulang sama bg Saan, bg Rico, kak Mery, kak Wilna, kak Roza. Tau gak kami waktu itu lagi lapar gak tau kenapa pengen bakso...hahah siang-siang makan bakso, biarin :p Eh lagi asik-asik nikmatin bakso kak Wiwin telpon katanya dia pengen pergi ke luar lantaran senin nanti kak Wiwin bakal balek ke kampung. Yo weeeess, bearti kak wiwin minta jalan-jalan .

Akhirnya aku dan Muthi yang sedang asyik cerita-cerita sambil nikmatin bakso harus kudu cepat habisin nih bakso. Masalahnya udah mau jam 2 juga, mana seronok jalan-jalan keliling kota diwaktu yang singkat. Ya gak?? pulang kampus langsung capcus jalan-jalan :D

Nah, aku pun sampai rumah, siap-siap dan langsung caww pergi naik mobil bareng fatimah, kak wiwin, lah ibu dan ahmad juga ikutan ternyata, dan supirnya si bg Hen. Pertama kami ke Puswil dulu. Tapi sial, sampai sana udah jam 3 dan puswil dah tutup.... AAAAaaa.... maaf ya kak wiwin, sekali-sekali ke Pekanbaru malah tutup segala, lagian Pustaka Wilayahnya cepet amet tutupnyaa. Yaudah akhirnya kami hanya bisa nompang foto :D 

Setelah beberapa saat foto-foto di puswil (sadiaaah laiii :'D) kami langsung pergi ke Ramayana, si Taufiq minta nitip beli celana basket haha... trus sekalian deh belanja-belanja dikit. Setelah itu gak taunya udah pukul 5 sore aja. Mana belom solat ashar lagi. Yaudah, mobil langsung nge-gas ke menuju mesjid Agung An-Nur.

                                      
                                     

Wiiiiii, ternyata rame banget orang olahraga gitu , ada yang main bola, bulu tangkis, jjs, dll di halaman mesjid. Boleh yaaaa?? masalahnya kalau aku lihat nih banyak orang yang di lingkungan mesjid gak menutup aurat atau memakai jilbab, cowoknya juga lumayan banyak yang pake celana pendek. Apa itu gak ngelanggar yaaa?

Saran aku buat pemerintah kota Pekanbaru. Mestinya hal inilebih di tegasin donk. Mesjid itu tempat ibadah bukan tempat olahraga, mana ada yang gak pake jilbab lagi. Malah aku rasa orang non muslim kayaknya juga dibolehin masuk tuh. Mana ciri khas islam kita. Tahu tempat donk. Mana temapt untuk rekreasi mana tempat untuk ibadah. Sangat disayangkan. Mending kalau nutup aurat, ini kagak.

Yap, kembali ke topik, selanjutnya aku solat ashar dan setelah solat ashar keluar balek dan foto-foto sambil nunggu maghrib. Seronok lah, perlahan orang yang olahraga tadi pada bubar dengan sendirinya dan kami pun asik dengan minuman yang ibu beli :D




Kak Wiwin jilbab biru narsiss eeee...

Oh iya, aku menemukan suatu fenomena tak biasa loh. Bukannya aku mau menjelekkan mesjid kita sendiri atau apa. Kita tahu di mesjid pasti ada petugas kebersihan kan. Nah, aku menemukan suatu barang pada saat aku ke jendela mesjid. Mesjid kebanggan kita. Tau kan gambar apa tuh yang aku ambil?? :DMaaf sebelumnya kalau gambar dibawah rada jorok :p


Penampakan CD


Dimana sih petugas kebersihan mesjid? barang segitu gedenya gitu gak dibuang dan dibersihkan. Kalau nampak oleh pengunjung luar atau bahkan luar negri gimana? Kita yang malu tau. Jelas-jelas kebersihan sebagi dari iman, masa yang begituan aja kita gak peka. Aku sempat terkejut saat melihat ntu barang ada di jendela mesjid.

Tapi aku berharap gak cuma petugas kebersihan aja yang harus peka terhadap kebersihan mesjid tetapi pengunjung juga harus menjaga kebersihan. Ok jangan sampai terulang lagi.

Kembali ke topik :D  kami solat magrib sekalian di An-nur kemudiann langsung pergi makan ke Sukajadi warung makannya Bg Dendi, yang punya orang kampung Ibu. Setelah kami makan, langsung beli martabak dan pulang. Capek juga ternyata, jalan-jalan setengah hari pulangnya jam 8 malam. Sampai rumah langsung bersih-bersih solat dan kembali akunya buka laptop ngerjain tugas.

Nah, kasian kan aku, aturannya aku bisa tidur dan nyantai eh gak taunya malah lanjutin buat tugas seorang diri. Huuuuuhhhh...SABAR, orang sabar disayang pacar *Ehhhhh :D disayang Tuhan maksudnya.


 Bersama Kak Wiwin waktu jaga toko :D

Sampai lupa ceritain tentang Kak Wiwin, ini Kakak aku dari kampung anak sepupunya ibu, udah dua minggu di rumah. Ke Pekanbaru ya biasaa ... liburan aja. Senin Besok kak Wiwin bakal balik lagi ke Sumbar mau lihat hasil ujian. Mudah-mudahan lulus ya Kak... Aamiin :D OK wassalam Sobat, met istirahat.




Di Umur 19

Assalamualaikum Sobat yang baca... lama yaa tak nulis entry lagi di blog. Mungkin karena aku nya kali ya terlalu menyibukkan diri padahal gak sibuk-sibuk juga :D sebenarnya pengen posting cuma karena jaringannya  aja yang lelet. Oh iya,Alhamdulillah tanggal 11 Mei kemaren usia ku sudah menginjak 19 tahun dan umur yang tersisa pun berkurang satu. (Ciiiiiiieeeeee... yang ulang tahun Happy birthday yaaa-à ngucapin kepada diri sendiri) haha.

Sedikit cerita pengalaman yang berbeda di hari ulang tahun kemaren. Yap... hari ulang tahun yang gak biasanya aku rasain kali ya. Saat itu aku lagi ikutin Diklat Dasar Pelatihan Jurnalistik di Lembaga Pers Mahasiswa Bahana Univiersitas Riau utusan dari LPM Gagasan kampus aku. Yang di utus ada aku dan Muthi, yaaa... only me and Muthi. Sebenarnya Diklat itu berlangsung selama 3 hari dari tanggal 9-11 Mei, tapi karena pengen masuk kampus, tanggal 9 kami gak ikut diklat jadi ikut diklatnya mulai tanggal 10.

Awalnya kami merasa terasing gitu disana, pengen pulang juga, gak enak karena kayak di kerjain gitu. Lah aku sama Muthi bingung cemas-cemas. Udah dengar-dengar bakal ada simulasi tengah malam lagi. Saat itu yang terbayang di otak kami capek yang akan luar biasa. Tapi kalau mau tau cerita panjang lebar yang sesungguhnya nih bisa nompang baca di blog nya Sobat aku Muthi Haura klik disini.

Di hari ulang tahun yang ke-19, tengah malam pergantian tanggal 10 ke 11 yang ada mengharuskan aku dan teman-teman melanjutkan simulasi mencari berita. Hiiks hikss... ulang tahun yang jauh dari kesan meriaah :D tapi So far tak apalah lah, yang penting alhamdulillah masih hidup sampai sekarang. Kudu disukurin. Nah selanjutnya sumpaah gilaaa.... tengah malam cuiyyy, di tengah kota yang terkenal dengan geng motor yang selalu berkeliaran dimana-mana kami diharuskan untuk mencari berita. Ya rame lah jalanan di banjiri muda-mudi plus anak-anak preman jalanan. ahha

Ini ketika lagi wawancara anak muda yang sedang ngumpul-ngumpul
tengah malam sama teman-teman motornya (pic 1).
Wawancara tukang parkir  yang notabene adalah seorang pelajar (pic 2)

Pokoknya rada seram juga sih berkeliaran tengah malam mencari berita keliling-keliling di sekitar kampus UR bawa motor sama Kak Nila. Tapi Alhamdulillah berita kami pun terkumpul dan siap buat dijadikan majalah terbitan kami sendiri. Oh iyaa... simulasi ini kami dibagi jadi beberapa kelompok, kelompok aku terdiri dari Kak Nila, aku, Nova, Bang Saipul, dan Eko, kami semua mencari cari berita dan mereka semua juga rajin. Aku aja waktu itu ngantuk banget, udah malas buat nulis juga.Bayangkan aja Sob, dari malam sampai pagi sama sekali gak ada tidur, teman kami hanya teh panas dan roti buat ngeganjal ngantuk.

Kru MENTARI dan penampakan dikit dari majalah kami.


Oh iyaa sampai lupa ceritai tentang bagaimana proses pembuatan majalah kami. Majalah yang kami buat itu dimisalkan kayak majalah yang asli, tapi sebenarnya hanya kertas biasa yang terdiri dari 4 halaman dan ditulis dengan berbagai tulisan, mulai dari Straight news, cerpen, karikatur, feature, liputan utama, dan tambahan tulisan lainnya lengkap dengan salam redaksi dan lainnya. Nama majalah kami di kasih nama “MENTARI”. Kak Nila yang ngasih nama itu buat nama majalah katanya mentari itu mengandung filosofi menyinari yang sinarnya merambat kesegala arah layaknya informasi yang akan kami tuangkan di dalam majalah kami. Keren gak??hehehe.

Setelah ngantuk-ngantuk dan ngambek-ngambek karena proses pembuatannya yang melelehkan dan mengharuskan jari-jari kami menulis diatas kertas akhirnya majalah yang jauh dari kata layak ini selesai :D tepat di pukul 5 pagi dalam hitungan mundur dari kakak-kakak Bahana akhirnya selesai deh tugas memberatkan di sepanjang malam.

Setelah itu kami solat subuh dan santai-santai sejenak kamudian pemanasan dulu sebelum CFD yang dipimpin oleh bg Saiful. Pokoknya senang deh, kami juga ikutan senam lagi pas CFD jalan-jalan di sepanjang jalan Diponegro yang dipadati oleh orang-orang yang melakukan aktivitas olahraga, baik bersama keluarga, teman, sahabat, kerabat, pokoknya rame.

Oh iyaaa terima kasih juga nih buat Muthi teman terdekat aku yang ada di malam ulang tahun aku yang ke 19 walaupun kita sama-sama sibuk buat majalah dalam simulasi semalam suntuk tapi komunikasi kita tetap lancar dan makasih udah ngucapin juga. Makasih juga for someone special sekarang, ntah gak tau kenapa mungkin memang iyaa aku suka dia sekarang :D

Terima kasih aku ucapkan kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa yang masih memberikan aku kesempatan  hingga kini, terima kasih buat orang tua ku yang telah melahirkan aku dan menyayangi aku hingga sekarang. Gak terhitung banyaknya waktu kita lewati bersama. Terutama buat teman-teman dan sahabat-sahabat dan semua orang yang telah mengukir setiap kepingan dari hidup aku 18 tahun belakangan. Tanpa ada kalian hidup aku mungkin akan terasa hambar dan gak enak untuk dikenang. Begitu banyak hal baru yang aku nikmatin sekarang, kenal sama teman baru, kenal dengan senior-senior baru, dan bentar lagi gak terasa bakal ada semester baru alias bakal semester 3 aamiin. Doain yaa... Jauh di depan sana masih banyak hal-hal baru yang sedang menunggu, IM COMING!!

Yap, gak ada yang spesial di hari ulang tahun sekarang yang ada hanya suasananya saja yang berubah : ) . Tapi kini usia aku sudah bertambah, harus makin dewasa, harus makin bijak dalam mengambiil keputusan, harus lebih rajin. Di umur aku yang ke 19 aku masih merasa belum ada apa-apanya dibanding dengan teman aku lainnya, masih sering main-main, belum bisa mengambil fokus dan terlalu nyantai. Masih sering ngerepotin ortu dan susah buat mandiri. Aku melihat mereka sudah bisa melahirkan karya, mandiri dan prestasi yang segudang, lah aku masih melongo dan belum bisa menunjukkan apa-apa. Tapi Sob, di hati yang paling dalam aku ada niat berubah kok. Sekarang aku gak pengen nyantai-nyantai lagi trus tidur-tiduran di dalam kamar. Sekarang alhamdulillah aku sudah masuk ke dalam organisasi Pers Mahasiswa yang ada di kampus yaitu Gagasan. Walaupun sekarang belum terlalu aktif tapi aku lagi usaha kok, dimulai dari pendekatan dulu nih sama kru-kru Gagasan setelah itu baru deh bisa minta ajarin ini itu dan ngebantuin gimana ngebuat berita yang bagus dan sesuai dengan kode etik pers. Aku pengen, Gagasan  bisa menjadi salah satu batu loncatan aku untuk bisa aktif, berprestasi, dan berkarya.

Alhamdulillah aku nyaman berada di Gagasan, apalagi kakak dan abang-abangnya baik dan perhatian. Sekarang aku juga sudah resmi jadi anggota magang Gagagan setelah ikut diklat, kemeran-kemaren masih amatiran, semoga aku makin rajin cari berita, banyak berkontribusi buat Gagasan , berusaha memajukan Gagasan dan pastinya aku pengen jadi kru tetap dari Gagagasan. Udah kebayang nih bagaimana rasanya mengemban amanat dan aspirasi mahasiswa sekalian mengenakan baju khusus kru gagasan. Waaaaaooooww.... target aku yang sekarang nih. Doain aku ya Sob, mudah-mudahan target aku ini bukan hanya sekedar wish belaka, tapi bakal jadi kenyataan. Aku pengen melahirkan karya, pengen menjadi seorang wanita yang multi-talent mencoba berbagai macam hal dan menguasai berbagai bidang.

Pengen belajar design juga, fotografi, menulis dan sebagainya, masih banyak ilmu di dunia ini yang ngebuat aku penasaran ingin mencoba tapi faktor malas dan lingkunganlah yang ngebuat aku semakin bobrok gak tentu arah.

Semoga di umur aku yang ke-19 aku dapat menjadi pribadi dan sosok yang teladan buat keluargaku, berguna buat orang banyak, bisa lebih mandiri, kuliah lancar dan cepat lulus, gak nyantai-nyantai habisin waktu lagi.Toh hidup cuma sekali, mesti dimanfaatin benar-benar, masa hidup yang sekali ini mau disia-siain buat nyantai-nyantai yang gak tau rimbanya. Sedangkan pengen masuk surga aja harus kita harus nabung amal. Nah, kalau pengen hidup sukses juga harus nabung, nabung apa? Ya nabung uang, nabung pengalaman, nabung skill, nabung relasi atau memperbanyak relasi. Nah itu lengkap dah.

Asiikkk... ternyata diakhir acara Pelatihan Diklat dapat sertifikat dari Bahana, 
makasih ya kepada kakak dan abang-abang Bahana yang
telah berbagi ilmu dasar-dasar Jurnalistiknya :)


OK Sob, mungkin sampai sini dulu yaa aku ceritanya. Sihhiiiiyy umur aku sudah 19 tahun senengnyaa....Wassalam Sobat...