Minggu, 16 Maret 2014

Wajah Baru

Assalamualaikum Sobat.

Eh, ada yang beda loh sekarang, hehe. Yap, blog aku sekarang dengan tampilan yang beda nih. Gak tau kenapa setelah kelayapan bertandang ke blog orang sana-sini, ternyata mata itu lebih enak liat yang simple. Nah, makanya aku ngerubah tampilan blog aku dengan background putih. Jadi asoy sekarang ini mata melihat blog sendiri. Alhamdulillah. Mudah-mudahan aja dengan tambah simple nya blog aku maka yang ngunjungi juga makin banyak. 

Gak sekedar tema aja yang aku tukar, header juga aku tukar. Gambar yang aku pajang sebagai header itu adalah hasil foto aku sendiri menggunakan camdig, ntu gambar diambil di sebuah taman bunga hotel tempat aku menginap pas liburan duluuuu dulu sekali pas aku masih jamannya SMA. 

Salah satu foto favorit aku ya itu, pas banget bunganya ungu merekah ditambah lagi ada serangga yang menempel. Senengnya bukan main waktu itu dapat foto bunga yang ada serangga sejenis kumbang menempel pada bunga yang aku foto. :D

Tapi itu bunga apa ya namanya Sob? aku udah sering lihat bunga itu, cuma gak tau apa nama bunganya. BTW, aku pernah berimajinasi punya taman bunga yang luas yang didalamnya terdapat berbagai macam jenis bunga, mulai bunga lokal hingga bunga-bunga luar negeri. Walau bagaimanapun, dengan berimajinasi saja kadang sesuatu itu seperti terasa nyata. Apalagi kalau bener ada tuh taman bunga yang luas membentang kayak di negara-negara Eropa. Di Indonesia dimana ya taman bunga yang indah dan luas? apakah ada?? hehe

Bayangkan aja Sob, dengan taman bunga itu kita bisa bermain dan berlari kesana kemari dengan tanah yang beralaskan rumput hijau. Terus aroma bunga yang harum semerbak dapat kita nikmati. Enak kan? Lah kalau sekarang, boro-boro mau nikmati aroma harum bunga-bunga, yang ada nih di kota tempat aku tinggal di Provinsi Riau terkhusnya Kota Pekanbaru aku terpaksa menikmati aroma asap yang tak bisa aku hindari bahkan menyesakkan. :D

Alhamdulillah aja Pak BeYe cepat tanggap dalam kasus kabut asap yang satu bulan lebih telah mengepung Riau. Ditambah lagi masyarakat Riau yang bersama-sama melakukan solat istisqo minta turun hujan. Dan alhamdulillah dua hari ini hujan telah menguyur bumi lancang kuning.

Senengnya bukan main penduduk Riau, bayangkan aja Sob, yang senang bukan hanya manusia saja. Tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan juga pada senang tuh kayaknya. Waktu hujan hampir reda yaitu pada saat-saat gerimis aku melihat di langit burung-burung berterbangan ria sambil berkicau. Trus ada juga beberapa burung yang turun ke tanah dan memandikan badannya dengan air yang tergenang di tanah. Waaaaaah, subhanallah sekali kenikmatan yang Allah beri. Semua makhluk bersuka cita :)

Ujian pasti datang untuk menguji seberapa mampunya kita dalammenghadapi masalah, bagi yang bersabar maka akan meraih kemenangan. :) 

Walau sekarang kabut asap belum sepenuhnya hilang, tapi setidaknya suasana terasa lebih terang. Tidak gelap dan tidak menyesakkan seperti beberapa hari yang lalu. 

OK, sekian dulu ya Sobat. Wassalam 


Jumat, 14 Maret 2014

Ini Sungai Kami


Ini sungai kami, tempat kami dahulu selalu menggantungkan hidup disela-sela rutinitas kami. Tempat kami mandi, mencuci pakaian, tempat anak-anak kami bermain riang, tempat minum berbagai jenis makhluk hidup, dan sekaligus menjadi tempat hidup segala macam jenis makhluk air yang berada didalam sungai.

Ini sungai kami, diujung sana terdapat air terjun yang  indah, tak jauh dari sana terdapat air mata air yang begitu terjaga oleh rerimbunan semak dan tertutupi oleh sulur-sulur pohon yang saling mengait satu sama lain. Menurut leluhur moyang kami, kami menemukannya kala itu ketika ingin menebang bambu. Kemudian kami berpikir dan akhirnya memutuskan untuk bergotong royong bersama beberapa pemuda dan tetua untuk membuat sekat pembatas antara air sungai dan air mata air agar kami mudah untuk meraih dan meminum airnya.

Ini sungai kami, sungai ini menjadi tempat persinggahan yang paling nyaman ditambah lagi banyak para petani kecil yang lewat untuk mengambil air mata air dan dibawa ke tempat bekerja. Kami percaya bahwa air itu adalah air suci yang Tuhan berikan dan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Hal ini membuat pikiran kami kian terbuka, kami berinisiatif untuk membuat pondok singgah. Kami kembali bergotong royong. Membuat anyaman sebagai dinding, membuat rangka dan pondasi dari kayu yang kami tebang, kemudian mengumpulkan dedaun kering pohon kelapa untuk dijadikan atap. Kami bangun pondok singgah itu disamping air mata air yang tenang. Tampak serasi dan indah.

Ini sungai kami, semilir angin datang menerbangkan dedaunan kering dari rantingnya. Udara dingin seakan menyergap masuk melalui ubun-ubun. Hingga membuat refleks tubuh menggigil dingin. Begitu indahnya irama aliran sungai hingga membuat pendengaran terasa segar.  Saat ini kami merasakan kaya akan kenikmatan yang Tuhan beri, bertahun-tahun lamanya sungai ini yang membuat kami tetap bertahan hidup, air mata airnya dengan sekali tegukan dapat menghilanngkan dahaga yang sangat dengan seketika. Segala aktifitas dapat terlihat pula sejak pondok singgah dibangun dan hingga saat ini terus berlanjut, mulai dari para petani yang singgah ketika ingin makan siang, duduk istirahat dan bahkan menjadi tempat untuk beribadah menghadap illahi. Bukankah itu adalah pemandangan yang menakjubkan?

Ini sungai kami, jernih dan beningnya air dapat membuat kami bercermin  melihat rupa . Adakah sungai kalian yang bisa seperti itu? Sungai kami seakan hidup. Deburan air terjun yang jatuh menambah hebohnya kegembiraan alam seolah-olah alam berbicara dan mengucapkan rasa terima kasih yang sangat karena telah menjaganya.

Ini sungai kami, suara serangga, burung-burung yang berkicau, riuh angin, deburan air nan jatuh termasuk suara-suara malaikat seakan menyatu dengan alam sungai ini. Betapa indahnya ciptaan Tuhan ini. Rimbunnya pepohonan kayu dan bambu seakan ikut menjaga dan menutupinya dari dunia luar. Ya, alam tau bahwa manusia begitu serakah dan tidak pernah puas. Alam menjauhkannya dari jangkauan manusia serakah, sungai kami bak ditutupi tabir hingga tak satupun dunia luar yang meilhatnya apalagi ingin merusak dan mengambilnya dari kami.

Sungguh, ini sungai kami, kami juga tak merasa keberatan berbagi kebahagiaan jika ada yang datang ingin merasakan kenikmatan alam yang kami tinggali kerena setiap orang berhak untuk bahagia akan karunia Tuhan. Yang penting, mari sama-sama kita menjaga alam yang indah ini. Lihatlah air di sungai itu, pantulan cahaya mentari di permukaan sungai seakan diapungi oleh batu-batu mutiara lautan. Sungai ini sudah seperti bingkai kehidupan kami yang jika bingkai itu hilang maka tak akan ada tempat kami untuk begantung dan berdiri.

Ini sungai kami dan lihatlah apa yang sekarang terjadi! Tiba-tiba saja sungai kami berubah keruh kecoklatan termasuk air mata air dan pondok singgah kami yang sudah hancur tertimpa pepohonan raksasa yang habis ditebang. Bahkan terkadang sungai kami berubah warna seperti warna pelangi. Sungai kami tak lagi berbentuk, kerikil dan pasirnya habis dikeruk paksa. Apakah yang terjadi? Kami hanya orang awam yang tak paham dengan kecanggihan teknologi, yang kami tau hanya hidup damai dan sejahtera. Oh, jadi kalian orangnya, orang dari dunia luar yang menyingkap tabir dari atas udara. Benar, kalian begitu pintar tapi licik dan picik akalnya, padahal kita sama-sama manusia. Tak taukah kalian kalau ini harus dijaga? Sungguh kami tidak sejalan dengan pikiran kalian yang terlampau hebat dan jenius.

Dan sekarang sungai kami seperti ini, lihat!! Anggota keluarga kami mulai tergerogoti penyakit aneh karena terpaksa harus mengonsumsi air sungai sumber kehidupan kami satu-satunya. Kalian yang berotak jenius hanya mampu mempertebal kantong sendiri dan tak menghirukan kami yang sama-sama manusia seperti kalian.

Ini sungai kami yang dulu adalah tempat kami tumbuh besar. Sekarang, kepada siapa kami mengadu dan meminta pertanggungjawaban. Kami sadar, kami adalah rakyat jelata yang tak diakui keberadaannya.  Suara yang tak didengar dan jika kami terlalu banyak bicara maka disaat kami sedang tertidur lelap  maka akan datang orang tak dikenal yang kapan saja dapat memutuskan urat leher kami dalam hitungan detik secara misterius.

Ini sungai kami tempat kami menyambung hidup merasakan sejahtera. Tapi sekarang berubah, kami hidup dalam ketakutan,terkekang, dan seperti tinggal menunggu ajal menjelang. Hutan yang selama ini menjaga keindahan alam dan kami, kini hilang habis ditebang bak ditelanjangi oleh keserakahan. Semua pohon yang mengintari sungai dipotong dan dibawa pergi oleh makhluk-makhluk baja beroda raksasa ditambah lagi suara khasnya yang sangat memekakkan telinga kami. Dari kejauhan kami hanya bisa memantau dan melihat tanpa kekuatan,  disana ada seorang yang berbadan besar dan bertubuh gemuk padat yang sedang asyik menyuruh anak buahnya dengan tangan yang diacungkan kesana-kemari ditambah lagi ia mengeluarkan suara yang keras dan lantang.

Ini sungai kami yang keindahannya hanya tinggal kenangan. Tolong kembalikan sungai kami, kami juga ingin hidup bahagia bersama keluarga yang kami cintai.

Kamis, 13 Maret 2014

Sekarang Telah Berbeda


Sering aku bertanya pada diriku sendiri, sebenarnya apa yang dipikirkan oleh orang dewasa termasuk orang tua kita sendiri? Kadang aku mencoba untuk menelaah setiap perbuatan dan perkataan mereka, tapi walau bagaimanapun aku tetap tak paham dan tak menemukan jawaban yang membuat aku puas.

Akhir-akhir ini aku merasa keluargaku sedikit beda. Ya, aku merasakannya, aku kangen hal-hal yang dulu sering orang tuaku lakukan dulu. Terkhususnya Papa, aku gak mengerti kenapa Papa saat ini bisa memilih jalan yang pada dasarnya kalau aku yang berpikir, semua yang Papa lakukan itu seperti sekarang ini adalah sia-sia dan nyaris susah setidaknya untuk mendapatkan kategori factor keberuntungan.

Aku melihat Papa udah punya itu, merasakan ini, punya ini, coba yang ini, dan mendapatkan yang itu. Apa sebenarnya yang ingin dikejar? Bukankah pilihan Papa yang sekarang ini hanya dapat menambah beban dan pertanggung jawaban yang besar dihadapan Allah nantinya? Ntah karena faktor pola pikirku yang masih dangkal atau apa, awalnya aku sangat tidak setuju, bukan hanya aku, tapi keluarga yang lain juga. Terus terang aku merasa “glek” ketika Papa memutuskan untuk mengabdi kepada masyarakat sebagai calon legislative tahun ini.

Yang aku rasakan beda adalah Papa udah mulai jarang ngajak solat jamaah dirumah bersama, mungkin karena sibuk, udah jarang bangunin aku untuk solat subuh (padahal kan pengen dibangunin dan kangen dipercik-percikkan air ni muka kalau gak bangun J) , Papa juga udah mulai kurusan, dulu walaupun Papa sering puasa sunah tetap aja badannya gendut, laaah sekaranng sejak sibuk sosialisasi udah Nampak kali kurusannya. Aaaaaa…. Aku pengen Papa yang gendut L Sekarang juga, ibu udah sering marah-marah gaje gegara ntu caleg, kayaknya emang ribet kalau dapat aktifitas baru dalam keluarga ini.

Detik-detik pemilu semakin dekat 9 April mendatang dan Papa pun semakin sibuk untuk sosialisasi ke tempat-tempat. Yang aku lihat Papa hampir tiap hari pulang tengah malam karena sibuk sosialisasi sanasini, pergi pagi pulang tengah malam, kebanyakan segala upaya dikerjakan sendiri dan dibantu oleh beberapa anak buahnya saja.  

Melihat banyaknya orang-orang yang ingin jadi caleg membuat rasa optimis ku sama Papa untuk menang sedikit menciut. Mungkinkah Papa bisa dapat kursi?? Ditambah lagi orang-orang saingan Papa adalah orang-orang yang kekayaannya diatas rata-rata alias super kaya. Aku berpikir, zaman sekarang mudah saja orang bermain politik dengan uang, sejujur apapun pemilu pasti bisa diputar balikkan dengan uang. Aku takut pencalonan Papa akan berakhir dengan sia-sia dan uang yang dikeluarkan terkesan dihambur-hamburkan untuk membeli segala macam bentuk peralatan kampanye seperti baliho, spanduk, kalender, pakaian, dll. Mending uang yang dipake buat pencalegan itu dipake buat sedekah yang kesannya lebih bermanfaat. Itu yang aku pikirkan.

Ah, pusing ah, kok aku bisa ikut campur masalah ginian. Pokoknya segala macam persepsi sedang berkelabang dan berkecamuk dikepala aku, menerka-nerka apa yang akan terjadi, menerka-nerka berapa persen kerugian dan keuntungan, berapa banyak kemubaziran dan seberapa pentingkah keyakinan dan rasa optimis itu diperlukan.

Setiap orang bilang rasa optimis itu akan  menuai hasil yang spektakuler, setiap prasangka baik itu akan ada jalan kesuksesannya. Tapi banyak diluar sana orang yang optimis dan berprasangka baik namun hasilnya mengecewakan juga. Jujur aku gak ingin itu terjadi pada Papaku, aku gak ingin melihat papa kecewa. Aku hargai,  Bagaimanapun ini adalah keputusan Papa, sebanyak apapun usaha yang dikerahkan, materi yang dikeluarkan, dukungan yang diberikan, kalau tidak ada rasa optimis dan keyakinan di dalam hati untuk menang ya apa gunanya. Setidaknya berani mencoba dan berusaha menerima segala konsekuensi yang ada kedepannya karena segala sesuatu itu gak akan kita tahu hasilnya tanpa dicoba terlebih dahulu.

 Aku mendukung Papa penuh, aku yakin dengan semangat Papa, walaupun orang di luar sana banyak yang mencemeeh Papa dan menganggap enteng Papa sebelah mata, aku yakin tujuan dan niat Papa baik. Aku  berharap jika orang tidak memilih Papa dikarenakan surga dunia, kecurangan ataupun sogok menyogok, aku berdoa sama Allah agar Allah dan para malaikat diatas sana bersedia membantu dan memilih Papa. Tapi jika takdir memang berkata tidak kepada Papa untuk mengabdi kepada masyarakat, aku juga berdoa semoga Papa akan terus tetap mengabdikan segalanya untuk kesejahteraan keluarga dan orang sekitanya sehingga kita bisa sama-sama saling mendukung dan saling mendoakan hingga menuju jannahnya kelak.

SEMANGAT BUAT PAPA YANG SEDANG BERJUANG!!!  semoga ALLAH selalu memberikan kesehatan dan meringankan segala usaha dan langkah Papa. Mudah-mudahan juga segala upaya menuai berkah dan apapun hasil yang akan terjadi semoga itulah yang terbaik.

Minggu, 09 Maret 2014

Bosan

Assalamualaikum Sobat, hari ini sepi dan ngebosanin. Gak ada aktifitas berarti yang aku kerjakan di rumah. Mau tidur siang aja tadi susah, soalnya aku jarang banget tidur siang, biasanya tidur siang itu kalau kelewat capek. Lah kalau lagi bosan tidur itu anti banget rasanya. Gak bakal bisa tidur.

Aktifitas terbaru aku sekarang yang agak hepi kalau lagi bosan ya bermain gitar. Baru awal-awal nih main gitar, diajarin adik aku, dia sih pandai karena belajar autodidak gitu. Terus aku minta ajarin deh. Alhamdulillah sekarang aku sudah pandai bermain gitar :D JREEEEENGG.

Walau bagaimana pun bukan maksud aku untuk besar kepala dan mengatakan aku pintar dalam bermusik. Yaaa, disini aku masih pemula yang sedang dalam tahap pembelajaran. Untungnya adik aku gak pelit ngajarin aku yang susah banget nangkap gimana awal-awal dalam bermain gitar. Adik aku sempat bilang kalau tangan aku nih gak berbakat main gitar, terlalu kaku dan tegang. Dasar -_- kakak sendiri dihinaa :(

Adik aku Fatimah mencatatkan lirik dan kunci gitarnya, sebelumnya dia ngajarin aku beberapa kunci gitar pada lirik lagu di gitar. Dan pulang kampus aku mainin sendiri tuh gitar, yang awalnya kurang lancar dan tangan aku yang sering terpelintir mutar ntah kemana-mana akhirnya bisa lancar meloncat-loncatkan tangan pada setiap kunci-kunci gitar.

Alhamdulillah wooiii, aku udah bisa nguasai beberapa lagu yang kategorinya mudah bagi pemula seperti aku. Ternyata main gitar itu susah-susah gampang, kalau tekun belajarnya mungkin bakal lebih keren lagi.

Tapi ada yang gak enaknya Sob, ujung jari-jari tangan sebelah kiri aku rasanya tebel gitu, terus sedikit ngelupas-ngelupas. Apa karena terlalu keras ya nekan senar gitarnya?? hahha :D Terus kuku aku pada jari-jari tangan sebelah kanan juga udah bergaris-garis bekas kena senar gitar ketika ngejrengin. Gak licin lagi bentuk kukunya :(

Emang begitu yaa kalau pemula mainin gitar? sebenarnya aku dan adik aku juga gak terlalu paham teknik bermain gitar yang baik dan benar itu seperti apa. Yaaa, cuma sekedar liat-liat internet,  tanya mbah google, Youtube, dll. Keluarga dirumah satupun gak ada yang pandai nguasain atau mainin alat musik jadi gak tau juga harus minta ajarin sama siapa.

Si Fatimah ni, yang kepengen banget pandai main alat musik. Berawal pas dia dapet uang jula-jula dengan teman sekolahnya, Fatimah bingung nih uang bakal buat apa. Terus ya dia beli in gitar, padahal waktu itu dia sama sekali gak pandai main gitar. Setelah gitar ntu terbeli,mau gak mau harus dimainin, dan mau gak mau harus belajar. Untung tempat untuk belajar itu udah banyak tersedia dimanapun, termasuk belajar melalui internet. haha

Seneng banget pastinya udah pandai dikit main gitar. Setidaknya kalau lagi galau ada tempat pelampiasan kan :D yaaa pelampiasannya bisa dengan cara main gitar. Musik itu enak banget di mainin pas lagi moment2 tertentu, hihi.

Nah,  intinya selama ada niat disitu ada jalan. Kata "gak pandai" dapat berubah menjadi "pandai" karena niat yang tulus dan ketekunan. Kalau gak ada niat dan ketekunan ya sama aja dengan nol. Gak pandai tetap akan gak pandai. 

Sepertinya sekarang udah jam 11 malam, mata aku masih belum bisa tidur nih :D mau main gitar dulu ahh :D (padahal lagu yang dimainin itu-itu doang pun :D)

OK selamat tidur Sobat, selamat hari senin, bagi yang sekolah besok jangan tidur terlalu malam, nanti telat upacara benderanya. :) Wassalam


Kamis, 06 Maret 2014

Koleksi Uang Jadul

Hay, assalamualaikum Sobat, akhirnya bisa menulis juga :) kisut rasanya gak ada nge-posting apapun selama kurang lebih 15 hari. Yap, terlalu banyak problem dan kesibukan akhir-akhir ini, perhatian terkonsentrasi ke arah yang lain hingga menulispun dianggurin. Tapi gak apa, mari menulis kembali.

Sebenarnya banyaaaaak sekali moment-moment yang ingin aku bagikan sama Sobat semua selama 15 hari yang lalu. Ada serunya, ngeselinnya, marahnya, kecewa beratnya, semuanya ada dan complit terjadi sepanjang 15 hari yang lalu. Sayangnya gak aku tulis sih, jadi udah banyak part-part yang lupa :(

Menulis bukan hanya perjuangan melawan lupa, tapi juga upaya untuk merawat kenangan dan cerita bersama yang takkan terlupakan dan terhapus oleh waktu.

Sob, disini ada yang suka ngoleksi gak? ntah ngoleksi prangko, ngoleksi barang-barang antik, atau ngoleksi barang-barang unik. Kalau ada, SAMA SAYA JUGA, haha, aku sih gak ngoleksi tapi cuma nyimpan apa yang ada aja awalnya. Ini loh,beberapa hari yang lalu aku habis beresin isi lemari aku yang kayak kapal pecah. Pas aku narek semua baju tiba-tiba terjatuh sebuah amplop putih. "Amplop pa an nih?" kataku. Pas aku buka ternyata ntu amplop isinya uang. Wesssss, senengnya bukan main, hahhaa, aku keluarin ntu uang dari amplop, lah ternyata isinya uang jadul semua :( gak akan laku kalau di pake, hahha...

Ternyata, ini amplop adalah amplop putih yang terlupakan olehku loh Sob, hihi. Beneran sama sekali gak ingat kalau aku dulu pernah iseng nyimpan uang-uang lama. Seingat aku, aku nyimpan ni uang dari zamannya SD dulu. Waktu itu emang niat mau nyimpan uang jadul buat dipamerin ke anak cucu *jiaaaaaaaaaaaaaahh :D Nih, aku punya penampakannya Sob.


Ini uang koinnya yang masih tersimpan sama aku Sob. Sobat gimana, masih ada yang nyimpan gak?? :D


Nah, ni duit ratusan dan limpul. Laaah tengok aja tuh Sob, uang seratus ribu udah ancur
tepinya karena lapuk kemakan umur setelah sekian tahun aku kubur
hidup-hidup dalam peti yang berbentuk amplop. whahha.
Kalau uang limpul sih masih seger kayak baru,cuma ada bekas lipatan aja.
Kira-kira nih uang kalau di pake sekarang masih ada yang nerima gak ya??



Aku heran banget nih Sob, uang kita biasanya bergambar pahlawan dalam bentuk orang.
Laaaaaah, si monyet di uang 500 pahlawan dari maneee yaaa?? wkwkkwk :D



 Gambar pahlawan wanita di uang 10000. Kayaknya zaman sekarang gak ada lagi ya gambar 
pahlawan wanita pada mata uang kertas. Kangen nih aku sama sosok pejuang  wanita. Semoga aku juga bisa menjadi pahlawan wanita yang hebat, termasuk pahlawan bagi diri sendiri dan keluarga. Aamiin O:)

Sebenarnya dulu aku juga punya uang kertas 5000 yang gambarnya alat musik sasando dan danau tiga warnanya. Masih ingat bener waktu SD dulu uang satu-satunya yang dipunya dalam tas cuma itu, pas pula hausnya tingkat dewa, hingga uangnya aku jajanin untuk beli teh poci :( Nyesel waktu itu, karena haus banget ya mau gimana lagi kan? hhaha.

Itu dia bentuk uang pada beberapa episode yang lampau. Intinya mengenang sejarah itu sebenarnya penting karena dari situlah sisi kehidupan yang pernah kita jalani. Mengabadikan dan menyimpan sebuah sejarah tak ada salahnya selama itu mendatangkan kepuasan tersendiri. Ya gak?

Dulu aku mah suka banget yang namanya ngoleksi. Semuanya aku koleksi, mulai dari majalah-majalah kesukaan aku, ngoleksi binder yang kertas bergambar itu loh, ngoleksi macam-macam pita dan ikat rambut, ngoleksi gelang-gelang, ngoleksi uang iyaa juga :D. Hobi koleksi itu cuma ada pas aku SD doang, pas udah masuk SMP gak ada ngoleksi lagi.

Sebenarnya waktu itu pikiran aku sedikit lebih maju *siihiiiiyy. Yap, seingat aku ketika kelas 6 SD aku udah total berjilbab, kemana-mana udah berjilbab di suruh Papa dan Ibu jadi semua koleksi jepit rambut dan ikat rambut yang satu kantong asoy gede aku jual semua sama temen-temen dan adik kelas aku di SD. Gelang dan manik-manik pun juga aku jual, gak kepake lagi karena baju yang lengannya panjang jadi gak bakal nampak juga kalau di pake. Binder dan beberapa majalah anak-anak yang aku punya juga aku jual ke adik-adik kelas dan laku. Alhamdulillah dapat banyak uang waktu ngejual ntu barang-barang dan uangnya aku tabung sendiri :))

Senengnya bukan main waktu itu pas dapat banyak uang. Rasanya puas dan bangga walaupun semua koleksi itu gak tersisa lagi. Aku menjualnya ya karena udah gak di pake dari pada berserakan di rumah atau tersimpan kagak ada yang pakai mending di jual. Dulu sih rencananya mau aku kasih cuma-cuma ke teman-teman, mungkin karena otak aku yang dasarnya emang otak bisnis (*ciiiilleeeee, itu dulu :D) ya akhirnya di jual juga dan dapat uang, wkwkkwk :D Gimana, Sobat pernah gak ngelakuin hal yang sama seperti aku pas zamannya SD dulu.

Seneng yaaah ternyata secara gak sengaja zaman-zaman polos SD dulu jadi teringat lagi. Ngoleksi uang aja nih yang terlupakan sama aku, kalau gak beresin lemari mungkin kagak ketemu nih amplop yang tersembunyi di bawah pakaian. Makanya penting buat ngeabadiin sesuatu, biar sekilas bisa teringat. 

OK selamat beraktifitas Sobat dimanapun berada. Wassalam :)